Agus Gumiwang: Pengungkapan ‘PR Besar’ Industri RI dan Utilisasi 64,8%

by -31 Views

Kondisi Industri Manufaktur Indonesia Membutuhkan Optimalisasi

Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja industri manufaktur Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan meski pertumbuhannya mulai mengalami penguatan. Salah satu aspek yang perlu segera diperbaiki adalah pemanfaatan kapasitas produksi dalam industri yang masih belum optimal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa utilisasi industri pengolahan nonmigas masih di bawah ekspektasi yang diharapkan. Pemerintah berkeinginan agar kapasitas yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal, sehingga pertumbuhan industri tidak hanya berfokus pada aspek produksi semata.

Penyerapan Produk Manufaktur Lebih Besar di Pasar Dalam Negeri

Menurut Agus, penyerapan output dari produk manufaktur menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki peran yang lebih besar daripada pasar ekspor. Saat ini, sekitar 78,4% dari produk manufaktur diserap di pasar dalam negeri, sementara hanya 21,6% diekspor ke luar negeri sebagai komoditas.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 290 juta jiwa, pasar dalam negeri menjadi modal yang sulit ditandingi oleh negara lain. Hal ini membuat produk-produk lokal harus mendominasi pasar dalam negeri terlebih dahulu sebelum membidik pasar ekspor.

Langkah Kementerian Perindustrian untuk Meningkatkan Pasar

Kementerian Perindustrian berupaya memperkuat pasar domestik untuk produk nasional melalui berbagai kebijakan diantaranya standarisasi industri hijau, penerapan TKDN dalam belanja produk dalam negeri, serta sertifikasi halal. Langkah ini diharapkan dapat melindungi pasar dalam negeri bagi produk lokal sekaligus membantu industri dalam menembus pasar ekspor.

Dengan kondisi pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki potensi konsumen yang dapat menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri nasional.

(fys/haa)

Source link