Dukung B50: Bahlil Dorong Pabrik Metanol di Bojonegoro

by -99 Views

Di Dorong oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Proyek Pabrik Metanol di Bojonegoro dan Kalimantan Timur Akan Dipercepat

Kementerian ESDM Dukung Pembangunan Pabrik Metanol di Dalam Negeri

Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan pembangunan pabrik metanol di dalam negeri guna mendukung implementasi mandatori biodiesel 50% atau B50. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan bakar pencampur B50 dan meningkatkan swasembada energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa implementasi B50 memicu lonjakan kebutuhan metanol untuk proses produksi.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan metanol hanya untuk B50 sekitar 2,5 juta ton per tahun. Untuk mengatasi kebutuhan ini, pemerintah berencana membangun fasilitas pengolahan metanol di dua lokasi strategis di Indonesia.

Lokasi Pembangunan Pabrik Metanol

Proyek pembangunan pabrik metanol akan difokuskan di Bojonegoro, Jawa Timur dengan bahan baku gas alam, dan di Kalimantan Timur melalui skema hilirisasi batu bara. Otoritas energi menargetkan proses groundbreaking proyek tersebut dapat terlaksana pada bulan Juli ini.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan secara teknis mengenai proses produksi di dua lokasi tersebut. Proyek di Bojonegoro akan mengandalkan pasokan gas alam dengan teknologi pengolahan uap, sedangkan fasilitas di Kalimantan Timur akan mengoptimalkan potensi batu bara kalori rendah melalui proses gasifikasi.

Dengan upaya ini, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan produksi metanol untuk mendukung program mandatori B50 dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. Pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro dan Kalimantan Timur akan menjadi tonggak penting dalam upaya mencapai swasembada energi dan mendorong pertumbuhan sektor energi nasional.

Source link