Yen Jepang Melemah di Usia 40 Tahun: Analisis dan Proyeksi

by -59 Views

Yen Jepang Ambles ke Titik Terendah dalam 40 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Yen Jepang kembali terpuruk hingga menyentuh level terlemahnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam hampir empat dekade. Pada perdagangan Asia, Selasa (30/6/2026), mata uang Negeri Sakura itu sempat merosot ke 162,27 per US$, level terendah sejak 1986.

Langkah Pemerintah Jepang dalam Menghadapi Pelemahan Yen

Melemahnya yen memicu kekhawatiran pasar akan potensi intervensi pemerintah Jepang. Merespons pelemahan tersebut, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan pemerintah siap mengambil langkah jika gejolak nilai tukar dinilai berlebihan. “Itu termasuk mengambil tindakan tegas, seperti yang telah dikonfirmasi antara Jepang dan AS,” ujar Katayama.

Senada, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak kurs. Ia juga menegaskan Tokyo tetap siap melakukan intervensi di pasar valuta asing bila diperlukan, meski enggan mengomentari level yen saat ini secara spesifik.

Analisis Terhadap Pelemahan Yen

Di sisi lain, Kepala Investasi Asia Utara Nomura Julia Wang menilai pelemahan yen ke level terendah baru meningkatkan peluang pemerintah Jepang kembali masuk ke pasar valuta asing. Namun, menurutnya, dampak intervensi terhadap pergerakan pasar global kemungkinan hanya bersifat sementara.

Wang juga menjelaskan bahwa prospek yen masih cenderung lemah karena kesenjangan suku bunga antara Jepang dan AS masih lebar. Hal ini terus mendorong praktik carry trade, di mana investor meminjam dana dalam yen yang berbunga rendah untuk diinvestasikan ke aset berimbal hasil lebih tinggi di negara lain.

Sementara pemerintah Jepang telah menggelontorkan lebih dari 11,7 triliun yen dari cadangan devisa untuk menopang nilai tukar mata uangnya. Meskipun begitu, penguatan yen hanya bersifat sementara sebelum akhirnya kembali melemah.

Bank Sentral Jepang (BOJ) juga telah memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1%, level tertinggi dalam lebih dari 30 tahun. Kenaikan suku bunga tersebut menjadi tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya pada Desember yang membawa suku bunga ke 0,75%, menempatkan biaya pinjaman Jepang pada level tertinggi sejak 1995.

Dengan kondisi ini, pasar akan terus memperhatikan langkah-langkah pemerintah Jepang serta Bank Sentral Jepang dalam menghadapi pelemahan yen dan dampaknya terhadap perekonomian global.

Source link