Hubungan AS-Iran: Damai atau Kebuntuan?

by -82 Views






IEA: Pasokan Minyak Dunia Merosot, Potensi Banjir di Tahun Depan

IEA: Pasokan Minyak Dunia Merosot, Potensi Banjir di Tahun Depan

Jakarta, CNBC Indonesia – Syok pasokan minyak bumi dunia yang dipicu oleh berkecamuknya perang Iran dilaporkan telah mengikis tingkat permintaan minyak mentah global secara masif. Namun, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa resolusi damai jangka panjang justru berpotensi memicu lonjakan produksi dan menyebabkan banjir pasokan minyak yang berlebihan pada tahun depan.

Permintaan Minyak Dunia Anjlok

Dalam laporan pasar minyak bulanan terbaru yang dirilis pada Rabu (17/6/2026), IEA memangkas prospek permintaan tahun 2026 menjadi 1,1 juta barel per hari secara tahunan (year-over-year). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 700.000 barel per hari dari perkiraan bulan lalu, setelah volume pengiriman sempat anjlok hingga 5 juta barel per hari pada kuartal kedua tahun ini akibat hantaman perang.

Pasokan Global Melonjak

Sementara itu, total pasokan minyak global juga dilaporkan merosot ke angka 94,5 juta barel per hari pada bulan Mei atau turun sekitar 600,000 barel per hari secara bulanan. Penurunan ini menyeret kapasitas produksi ke level 13,6 juta barel per hari, yang berada jauh di bawah level normal sebelum perang meletus di Timur Tengah.

Surplus Minyak Signifikan

IEA memperkirakan total pasokan global akan turun sebesar 3,9 juta barel per hari secara tahunan pada 2026 menjadi 102,4 juta barel per hari, sebelum akhirnya bangkit kuat ke level 110,3 juta barel per hari pada tahun depan. Penurunan permintaan saat ini mencerminkan kombinasi tekanan dari tingginya harga bahan bakar di pasar serta kelangkaan produk minyak sulingan di berbagai negara.

Laporan ini dirilis di saat para investor global tengah mencermati dampak nota kesepahaman damai antara AS dan Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz terhadap sektor energi.

Normalisasi Pasokan Butuh Waktu

Meskipun volume pengiriman melalui Selat Hormuz dilaporkan melonjak dari level terendah Mei, IEA mengingatkan proses pemulihan total tidak akan terjadi secara instan. Pihak otoritas menegaskan bahwa pembersihan ranjau laut di sepanjang jalur pelayaran utama serta pemulihan rantai pasok global akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Analis dari PVM Oil Associates Tamas Varga menilai bahwa meskipun terjadi pengurasan cadangan yang sangat dalam, harga minyak saat ini sudah berada sangat dekat dengan level akhir Februari mereka.

(tps/luc)

Source link