AS Tak Bisa Diandalkan Lagi: Kepercayaan Hancur

by -82 Views

Kepercayaan Publik Eropa Terhadap AS Terpuruk

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepercayaan publik Eropa terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) anjlok ke titik terendah dalam sejarah modern. Para pemimpin negara-negara Eropa meragukan kesiapan AS untuk memberikan bantuan dalam situasi terkait serangan militer. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kontroversi kebijakan Presiden AS, Donald Trump.

Persepsi Masyarakat Eropa Berubah Signifikan

Perubahan signifikan dalam pandangan masyarakat Eropa terhadap AS terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh European Council on Foreign Relations (ECFR). Hanya 11% responden di 15 negara Eropa melihat AS sebagai sekutu, turun drastis dari 22% pada November 2024. Banyak yang sekarang menganggap AS sebagai mitra yang diperlukan atau bahkan rival.

Ketidakpercayaan mendalam terhadap AS menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Banyak warga Eropa kini lebih yakin pada bantuan dari negara-negara tetangga jika terjadi krisis keamanan, bukan dari AS.

AS Tidak Dapat Diharapkan Lagi

Perubahan persepsi ini sebagian besar dipicu oleh kebijakan-kebijakan Trump yang dinilai agresif, seperti sikap terhadap Timur Tengah, ancaman terhadap Greenland, dan keraguan terhadap masa depan NATO. Meski begitu, harapan akan membaiknya hubungan transatlantik setelah Trump tidak lagi menjadi presiden masih ada.

Warga Eropa juga semakin mendukung upaya untuk memperkuat pertahanan Eropa secara mandiri. Dukungan terhadap peningkatan anggaran pertahanan nasional dan pengurangan ketergantungan pada AS semakin meningkat. Hal ini menciptakan momentum bagi para pemimpin Eropa untuk mempercepat pembangunan kapasitas pertahanan kawasan.

Meskipun kepercayaan terhadap AS menurun, mayoritas warga Eropa masih memandang NATO sebagai fondasi utama keamanan Eropa. Hanya segelintir yang mendukung pembentukan organisasi pertahanan baru yang sepenuhnya berbasis Uni Eropa.

Opini publik Eropa juga masih terbelah terkait impor energi dari Rusia dan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, menunjukkan kompleksitas dan dinamika yang melingkupi geopolitik Eropa saat ini.

Source link