Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran untuk Akhiri Konflik

by -80 Views

Trump Siap Bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Tawarkan Solusi Damai

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya akan merasa terhormat untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Langkah mengejutkan ini diambil di tengah upaya untuk menyepakati perjanjian besar guna mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang telah menyeret stabilitas global hingga memasuki bulan keempat.

Trump dan Tawaran Pertemuan Damai

Mengutip CNBC International, Jumat (5/6/2026), Trump menegaskan kesediaannya tersebut saat menjawab pertanyaan dari para wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, setelah dirinya memberikan pengumuman resmi terkait komoditas batu bara. Trump menyatakan ia membuka peluang penuh untuk bertatap muka secara langsung dengan pemimpin Teheran tersebut jika kesepakatan damai berhasil dicapai.

“Jika kita membuat kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu. Saya tidak keberatan dengan hal itu,” ujar Trump di hadapan media.

Kondisi Perundingan Terkini

Hingga saat ini, sinyal yang beragam terus bermunculan dari meja negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang, di mana konflik tersebut telah mengacaukan pasar global serta memicu lonjakan hebat pada harga minyak bumi dan bensin. Terlebih lagi, Iran telah menutup sebagian besar Selat Hormuz sejak awal perang, padahal jalur pelayaran kritis tersebut mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia.

Berdasarkan data dari Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) pada hari Kamis, harga bensin di Amerika Serikat rata-rata melonjak mencapai sekitar US$ 4,24 (Rp 76.320) per galon secara nasional. Di sisi lain, eskalasi konflik berdarah ini dilaporkan telah berada dalam kondisi gencatan senjata yang sangat rapuh selama beberapa minggu terakhir.

Tuntutan dan Harapan dari Masing-masing Pihak

Dalam perundingan tersebut, pihak Amerika Serikat menuntut agar Iran menyetujui perjanjian untuk tidak akan pernah memproduksi atau memiliki senjata nuklir, serta segera membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran internasional. Sementara itu, pihak Iran menuntut diakhirinya permusuhan dengan segera di berbagai lini pertempuran dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade angkatan lautnya di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan sempat memuncak kembali setelah media pemerintah Iran pada hari Senin menyatakan bahwa tim negosiator Iran akan menghentikan seluruh proses perundingan dan menutup total Selat Hormuz. Namun situasi kembali berubah drastis pada hari Rabu, setelah Trump secara sepihak mengklaim bahwa Iran sebenarnya telah melunak dan setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir.

Source link