Kaos di Negara: Perang Saudara Usai Presiden Perpanjang Masa Jabatan

by -77 Views

Di tengah kekhawatiran internasional, Mogadishu, ibu kota Somalia, dilanda kekacauan dan kekerasan setelah pasukan pemerintah bertempur melawan milisi oposisi, Kamis (4/6/2026) pagi. Bentrokan tersebut menyebabkan kerusakan properti, pembakaran kendaraan lapis baja, dan luka-luka warga sipil.

Situasi di Mogadishu

Situasi keamanan di Mogadishu memanas seiring rencana demonstrasi besar menentang keputusan mantan Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, untuk tetap menjabat setelah masa jabatannya berakhir bulan lalu. Ketegangan politik meningkat setelah parlemen menyetujui perubahan konstitusi yang memungkinkan Mohamud memperpanjang masa jabatannya.

Menurut sejumlah warga, baku tembak terjadi sepanjang malam hingga Kamis pagi. Distrik Howlwadag dan Abdiasis di Mogadishu menjadi saksi konflik antara pasukan pemerintah dan milisi oposisi yang bersekutu.

Bentrokan Meningkat

Salah satu tokoh oposisi, mantan Presiden Sharif Sheikh Ahmed, menuduh pasukan pemerintah menyerang kediamannya. Pemerintah dilaporkan menggunakan persenjataan berat, seperti senjata antitank dan drone, di kawasan padat penduduk.

Kondisi kekerasan semakin memanas ketika milisi oposisi berhasil membakar kendaraan lapis baja milik pasukan pemerintah. Warga dilaporkan terluka akibat mortir dan senjata lainnya yang digunakan selama bentrokan.

Penyataan resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mogadishu mengecam kekerasan yang terjadi. Mereka menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan perbedaan secara damai.

Masa Lalu Konflik di Somalia

Mogadishu kembali dipenuhi kekerasan yang mengingatkan pada stabilitas politik yang rapuh di Somalia. Negara tersebut sejak lama terdampak oleh konflik bersenjata, pemberontakan al-Shabaab, dan lemahnya pemerintah pusat.

Situasi terkini di Mogadishu memicu keprihatinan internasional, termasuk dari pemerintah Inggris yang menyerukan dialog damai untuk menyelesaikan konflik politik. Kekerasan di ibu kota Somalia dianggap tidak dapat diterima dan harus segera diselesaikan.

Source link