Kriminal Sepekan: Penipuan, Ungkap Kantor WO Tutup, dan Kasus Kematian
Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa kriminal yang terjadi selama sepekan terakhir tetap menarik perhatian, seperti polisi menahan Dirut Hanania Group terkait dugaan penipuan hingga kasus kematian yang diselidiki. Berikut rangkumannya:
Dirut Hanania Group Ditahan Terkait Dugaan Penipuan
Insiden penipuan terkait perjalanan ibadah umrah menimpa PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group). Dirut perusahaan ini, berinisial ASF, ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah penyidik menetapkan ASF sebagai tersangka. Total kerugian akibat dugaan penipuan dan penggelapan uang umrah mencapai Rp12,14 miliar.
Mama Sinta Kecewa Wajahnya Digunakan Tanpa Izin
Seorang tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan, Mama Sinta dari Merauke, Papua Selatan, merasa kecewa karena wajahnya digunakan dalam film “Pesta Babi” tanpa izin. Hal ini membuatnya menempuh langkah untuk menyampaikan ketidaksetujuannya pada Polda Metro Jaya karena wajahnya dipublikasikan tanpa izin.
Kasus Kematian di Hotel Kebayoran Baru
Di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seorang wanita berusia 20 tahun ditemukan meninggal dunia di salah satu hotel. Penyebab kematian wanita berinisial L tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang di Kebayoran Baru.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika golongan II jenis etomidate sebanyak 30 cartridge di Jakarta Barat. Seorang pria berinisial MS (29) ditangkap sebagai kurir dalam operasi tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.
Polres Metro Jakarta Timur juga mengungkapkan kantor sebuah wedding organizer (WO) di Jakarta Garden City (JGC) yang diduga melakukan penipuan telah tutup. Tindakan ini diambil setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan dan menemukan bahwa kantor tersebut sudah tidak beroperasi lagi.
Peristiwa-peristiwa kriminal ini memberikan gambaran tentang berbagai kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir di Jakarta. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap tawaran yang terlalu menggiurkan untuk menghindari menjadi korban tindak kriminal.
Editor: M. Hari Atmoko





