Misteri Konversi Pria Non Muslim di Makkah

by -94 Views

Christiaan Snouck Hurgronje: Kisah Kontroversial Ilmuwan Eropa di Makkah

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada akhir abad ke-19, dunia Islam dikejutkan oleh kisah seorang ilmuwan asal Belanda bernama Christiaan Snouck Hurgronje. Pria kelahiran 8 Februari 1857 itu dikenal sebagai salah satu orientalis paling kontroversial dalam sejarah karena berhasil memasuki Kota Suci Makkah, wilayah yang saat itu tertutup bagi non-Muslim.

Setiap musim Haji, Makkah dikunjungi banyak orang dari berbagai suku, ras, dan agama. Namun, pemerintah Arab Saudi cukup ketat menyeleksi setiap orang yang datang. Sebab aturan menetapkan non-Muslim dilarang masuk ke Makkah. Jika tetap nekat, maka orang tersebut bakal ditangkap.

Pesona Islam: Ketertarikan Besar Christiaan Snouck Hurgronje

Pria kelahiran 8 Februari 1857 ini tumbuh dari keluarga Kristen taat di Belanda, tetapi justru memiliki ketertarikan besar terhadap Islam. Snouck menghabiskan waktu harian di perpustakaan mempelajari literatur Islam, bahasa Arab, dan kehidupan umat Muslim. Keinginannya untuk datang ke Makkah akhirnya terwujud pada Desember 1884.

Setelah sampai di Arab Saudi, Snouck menyadari sulitnya sebagai non-Muslim untuk masuk Makkah. Maka, dengan mengubah citra diri dan memutuskan untuk masuk Islam dengan nama Abdul Ghaffar, dia berhasil melewati seleksi ketat untuk masuk ke Kota Suci.

Penelitian dan Kontroversi: Keputusan Pindah Agama Snouck

Meskipun menjadi muslim secara administratif dan melakukan sunat, keputusan Snouck pindah agama menuai pro dan kontra. Banyak yang meragukan motivasinya, menganggapnya hanya sebagai cara untuk meneliti Islam dengan lebih dekat atau mencari kelemahan agama tersebut.

Di Makkah, Snouck berperan sebagai ilmuwan Muslim, mengambil bahan penelitian dan bahkan melakukan umrah. Sayangnya, tinggalnya di Kota Suci hanya berlangsung selama 6 bulan setelah ia diusir karena melakukan penyamaran.

Meski kontroversial, Snouck Hurgronje tetap melanjutkan penelitiannya dan akhirnya menjadi penasihat pemerintah Belanda untuk isu Islam di Indonesia. Dia tinggal di Indonesia selama beberapa waktu, memberi saran kepada pemerintah Belanda tentang “menangani” umat Muslim di tanah air.

Source link