Produksi Minyak Indonesia Tahun 2025 Capai 605.300 BPH
Pada tahun 2025, Indonesia mencatatkan produksi minyak mentah siap jual mencapai total 605.300 barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, 65% merupakan kontribusi dari PT Pertamina Hulu Energi, mencapai 396.000 bph pada tahun tersebut.
Peran PT Pertamina Hulu Energi dalam Produksi Minyak Nasional
CEO PHE Awang Lazuardi mengungkapkan bahwa perusahaan menyumbang 65% dari total lifting minyak domestik serta 35% lifting gas domestik pada tahun 2025. Kontribusi ini berasal dari 27% wilayah kerja operator di Indonesia.
Produksi Minyak Perusahaan dan Tantangan di 2025
Berdasarkan data PHE, produksi minyak perusahaan mencapai 556.000 bph. Aktivitas pengeboran dan intervensi sumur turut mendorong capaian tersebut, dengan realisasi 20 sumur eksplorasi, 887 sumur eksploitasi, 1.288 kegiatan workover, dan lebih dari 37 ribu kegiatan well intervention and well services (WIWS).
Selain itu, perusahaan juga mengelola 3 Wilayah Kerja eksplorasi di Binaiya (Maluku), Lavender (Sulawesi Tenggara), dan Bobara (Papua). Namun, penurunan produksi alami yang tinggi pada sumur minyak tua menjadi tantangan tersendiri. Penurunan rata-rata mencapai 24% per tahun untuk minyak dan 21% per tahun untuk gas.
Pada April 2026, produksi minyak domestik menurun menjadi 367.000 bph dengan kontribusi internasional sebesar 109.000 bph. Kendala pada pipa transportasi gas di Blok Rokan serta dampak geopolitik di Timur Tengah menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
Strategi PHE Menuju Target Produksi Tahun 2026
Untuk mencapai target produksi tahun 2026, PHE merencanakan program kerja masif berupa pengeboran 800 sumur pengembangan, 1.200 workover, dan lebih dari 33.000 aktivitas well intervention. Strategi ini diharapkan dapat menahan laju penurunan produksi serta menambah cadangan baru bagi Indonesia.
Dengan penerapan pekerjaan multistage fracturing, Enhanced Oil Recovery, serta well intervention, PHE optimis dapat meningkatkan produksi minyaknya sekaligus melawan penurunan produksi alami.

