Film Horor Indonesia Pertama di Cannes 2026 Menggunakan Teknologi Virtual

by -87 Views

Jakarta – Film horor misteri Bisikan Desa Gringsing membawa gebrakan baru dalam perfilman Indonesia dengan mengadopsi teknologi virtual production yang biasanya digunakan dalam film-film Hollywood.

Teknologi Virtual Production dalam Film Bisikan Desa Gringsing

Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini menjadi film horor panjang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi LED volumetric stage beresolusi tinggi. Dengan teknologi ini, latar belakang digital yang realistis dapat langsung diciptakan saat pengambilan gambar berlangsung. Hal ini memungkinkan detail yang lebih presisi dan atmosfer yang lebih nyata dalam film.

Nick GC Tan, CEO Oceanus Media Global, menegaskan bahwa virtual production bukan hanya sekadar alat teknis, melainkan membuka era baru dalam industri film Asia Tenggara.

Kolaborasi lintas negara untuk Meningkatkan Standar Perfilman

Bisikan Desa Gringsing merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Proses syuting dilakukan di Iskandar Malaysia Studios (IMS) dengan dukungan program insentif perfilman dari ketiga negara tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi industri film Asia Tenggara untuk bersaing secara global.

Aghniny Haque, yang memerankan tokoh utama Hesti dalam film, akan membawa penonton dalam cerita seram tentang arwah di desa misterius. Diperkuat oleh sejumlah aktor senior, film ini menawarkan pengalaman horor yang mengguncang.

Eksplorasi Pasar Internasional

Bisikan Desa Gringsing direncanakan akan tayang di Indonesia pada tahun 2026, dan akan dipasarkan ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Dengan kombinasi antara kualitas produksi modern dan cerita yang kaya akan nuansa lokal, film horor Indonesia semakin mendapat perhatian global.

Source link