Misteri di Balik Mati Mesin Pesawat: 132 Tewas

by -152 Views

Kecelakaan Maut Pesawat China Eastern Terungkap, Mesin Dimatikan Saat Terbang

Jakarta, CNBC Indonesia – Catatan investigasi Amerika Serikat terkait kecelakaan pesawat China Eastern Airlines pada tahun 2022 menyimpan fakta mengejutkan. Bermula dari pasokan bahan bakar yang mati saat pesawat Boeing 737-800 itu masih berada di udara, tragedi tersebut mengakibatkan seluruh 132 penumpangnya tewas secara menyedihkan.

Fakta Menggemparkan dari Investigasi Pesawat China Eastern

Berdasarkan laporan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (National Transportation Safety Board (NTSB)) yang baru dirilis, pesawat China Eastern dengan nomor penerbangan MU5735 jatuh di wilayah selatan China akibat mesinnya kehabisan bahan bakar. Kejadian itu menjadi bencana udara paling mematikan di China dalam tiga dekade terakhir.

Menurut Reuters, NTSB belum menemukan adanya masalah keselamatan atau kerusakan teknis pada Boeing 737 yang mengalami kecelakaan di China. Fokus utama penyelidikan saat ini adalah perpindahan sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat yang terjadi ketika pesawat berada di ketinggian jelajah.

Sakelar Bahan Bakar Mengalihkan Mesin ke ‘Cutoff’

Data perekam penerbangan atau flight data recorder menyebutkan bahwa sakelar bahan bakar pada kedua mesin bergerak dari posisi ‘run’ ke posisi ‘cutoff’ ketika pesawat berada pada ketinggian 29.000 kaki. Hal ini menyebabkan kecepatan mesin menurun dan mengakibatkan kehabisan bahan bakar.

Sakelar bahan bakar pada pesawat Boeing 737 tersebut adalah kontrol fisik yang mengatur aliran bahan bakar ke mesin. Pilot harus memutar sakelar tersebut untuk memindahkannya dari posisi ‘run’ ke ‘cutoff’ sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

Dengan temuan baru ini dari NTSB, proses investigasi kecelakaan pesawat China Eastern Airlines semakin mengarah pada peran manusia dan tindakan awak pesawat saat peristiwa tragis tersebut terjadi.

Laporan lengkap dari otoritas Cina atau China Eastern Airlines sendiri belum dirilis hingga saat ini. Namun, hal ini juga membuka ingatan akan kasus serupa seperti kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad, India, yang mengakibatkan 260 kematian pada bulan Juni sebelumnya.

Source link