Penyelidikan Puslabfor Terhadap Dugaan Medan Listrik di Rel Bekasi Timur

by -146 Views

Puslabfor Dalami Kaitan Mesin Taksi Mogok dengan Perlintasan Rel Kereta di Bekasi Timur

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendalami kaitan antara berhenti beroperasinya mesin taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang bermuatan listrik terkait kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Budi menyampaikan perlunya pemahaman masyarakat terhadap bahaya menggunakan taksi listrik melintasi rel kereta yang memiliki medan magnet dan medan listrik. Pendalaman ini dilakukan untuk mengetahui apakah medan listrik dan magnet tersebut menyebabkan mesin taksi tersebut mati secara tiba-tiba saat berada di atas rel kereta.

Sopir dan Kecelakaan

Budi juga menegaskan bahwa sopir taksi listrik yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, dengan inisial RRP, dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine. Sopir tersebut baru masuk kerja pada hari ketiga saat kecelakaan tragis tersebut terjadi, setelah mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari terkait pengenalan dasar mobil listrik.

Hingga saat ini, RRP masih menjadi saksi dalam kasus kecelakaan yang menewaskan 16 orang penumpang taksi tersebut. Pemeriksaan terhadap RRP dilakukan dua kali setelah kejadian, namun statusnya masih sebagai saksi dalam penyelidikan.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi karena taksi Green SM mogok di tengah perlintasan rel akibat gangguan sistem kelistrikan. Akibatnya, taksi tersebut tertabrak oleh Kereta Rel Listrik (KRL). Insiden ini berujung pada terhentinya satu rangkaian KRL tujuan Cikarang dan ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Insiden tragis ini menelan korban jiwa sebanyak 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Kepolisian terus mendalami kasus ini untuk mengungkap semua fakta terkait kecelakaan maut di Bekasi Timur pada tanggal 27 April 2026.

Source link