Kapal Kargo Disita: Kecaman Organisasi Kapal Dagang Dunia

by -133 Views

Organisasi pelayaran terkemuka bereaksi atas aksi saling menangkap kapal komersial yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Mereka menyerukan pembebasan segera para awak kapal yang terlibat. John Stawpert, direktur maritim Kamar Dagang Internasional (International Chamber of Shipping), menyatakan bahwa para pelaut harus diberikan kebebasan dalam menjalankan aktivitas mereka tanpa beban. Menurut Stawpert, penangkapan kapal-kapal tersebut merupakan pelanggaran terhadap kebebasan navigasi yang dijamin dalam hukum internasional.

Stawpert juga menekankan bahwa tindakan Iran untuk memungut biaya tol di Selat Hormuz tidak memiliki dasar hukum internasional dan bisa menciptakan preseden berbahaya. Ia mengingatkan bahwa jika tindakan semacam itu dibiarkan terjadi di Selat Hormuz, hal serupa bisa terjadi di lokasi lain seperti Selat Gibraltar atau Selat Malaka. Lebih lanjut, Stawpert mengkritik blokade laut yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran karena menambah ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran yang sudah menderita akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa militer AS dan Iran saling menangkap kapal komersial dalam beberapa pekan terakhir. Washington dan Teheran terus berselisih di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya. Departemen Tenaga Kerja Migran Filipina mengonfirmasi bahwa ada 15 awak kapal asal Filipina di kapal-kapal yang disita oleh AS dan Iran, namun mereka telah dijamin keamanannya. Dengan situasi yang semakin tegang di Selat Hormuz, komunitas maritim internasional terus menyuarakan keprihatinan atas keamanan para pelaut dan kebebasan navigasi di wilayah tersebut.

Source link