Naiknya Harga BBM Tetangga RI Bisa Ditahan Hingga Akhir Tahun

by -154 Views

Di kawasan Asia Tenggara, beberapa negara terus melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 13 April 2026. Hal ini disebabkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama perang antara Iran-Israel dan Amerika Serikat. Sebagai contoh, harga bahan bakar minyak (BBM) untuk bensin di Malaysia telah mencapai US$1,074 per liter atau Rp18.419 per liter pada tanggal tersebut, sementara untuk bahan bakar diesel mencapai US$1,690 per liter atau Rp28.984 per liter.

Namun, berbeda dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menahan harga BBM baik yang bersubsidi maupun non-subsidi. Misalnya, di SPBU Pertamina, harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax tetap sebesar Rp12.300 per liter, Pertamax Green atau RON 95 tetap Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo tetap Rp13.100 per liter. Selain itu, BBM subsidi seperti RON 90 atau Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter, begitu juga dengan Solar Subsidi yang masih sama yakni Rp6.800 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini, meskipun harga minyak dunia masih tidak stabil akibat konflik geopolitik. Dia juga menegaskan bahwa pasokan BBM Indonesia masih aman dan berharap agar harga minyak mentah dunia tetap stabil di bawah US$100 per barel.

Harga minyak dunia pada perdagangan Kamis (16/4/2026) cenderung melemah setelah pelaku pasar merespons peluang meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran. Harga Brent kontrak terdekat berada di US$95,19 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$91,60 per barel. Selain itu, berdasarkan data harga BBM di Asia Tenggara per 13 April 2026, negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, dan Myanmar juga mengalami penyesuaian harga BBM yang signifikan.

Source link