Jamu Naik Kelas di PIK 2: Lebih Dekat dengan Selera Anak Muda

by -145 Views

Jamu terus menemukan cara untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman. Di PIK 2, Tangerang, konsep Jamu Experience Cafe diperkenalkan sebagai cara baru untuk menikmati minuman herbal ini. Pendekatan yang lebih segar dan akrab dipilih untuk menarik perhatian generasi muda yang sebenarnya memiliki minat besar terhadap jamu. Dengan melibatkan mereka melalui proses pembuatan jamu di depan pelanggan, Jamu Experience Cafe berhasil memberikan pengalaman yang menarik. Proses racik, pemilihan bahan, dan pilihan menu yang lebih fleksibel membuat jamu lebih mudah diterima oleh lidah generasi sekarang.

Modernisasi dalam penyajian jamu bukan berarti memutus akar tradisi, namun justru menjadi jembatan untuk mempertahankan warisan leluhur. Founder & Director PT Acaraki Nusantara Persada, Jony Yuwono, menekankan bahwa konsep racik jamu yang sesuai dengan keinginan pelanggan adalah kunci kesuksesan. Pendekatan ini membuat pengunjung merasa nyaman dan tertarik untuk mencoba jamu modern.

Antusiasme terhadap konsep Jamu Experience Cafe juga dirasakan oleh Dimas Aryaputra, seorang pekerja kreatif yang mulai tertarik dengan jamu setelah mencoba di gerai tersebut. Pengalaman mencoba jamu modern memberikan kesan yang kuat baginya, meskipun sebelumnya lebih akrab dengan minuman kafe seperti kopi. Kesempatan untuk mencoba varian jamu modern membuka pintu masuk yang nyaman bagi mereka yang belum terbiasa dengan jamu.

Inovasi dalam pengembangan produk jamu diharapkan dapat membuka jalan baru bagi pasar jamu Indonesia. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menekankan bahwa pengembangan produk berbasis bahan alam harus mematuhi standar keamanan dan mutu yang telah ditetapkan. Dengan kekayaan tumbuhan herbal yang dimiliki Indonesia, kesempatan untuk mengembangkan jamu ke level yang lebih tinggi sangat besar. Cafe Jamu Indonesia dianggap sebagai simbol bahwa jamu tidak kehilangan tempat di tengah generasi muda dan masih terus berkembang, membawa cerita tentang budaya, sains, dan kreativitas Indonesia.

Source link