Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung upaya percepatan program prioritas pembangunan nasional dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan penyediaan tiga juta rumah melalui kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi secara tegas menyatakan dukungan OJK terhadap program prioritas pembangunan perumahan tiga juta rumah. Langkah-langkah kebijakan yang diambil, di antaranya adalah informasi yang akan dilaporkan dalam SLIK adalah kredit atau pembiayaan di atas Rp 1 juta, serta percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan.
Kebijakan yang diambil OJK ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan. Selain itu, OJK memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera. OJK juga akan menerbitkan penegasan mengenai pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah dan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah.
Penambahan penegasan informasi di SLIK oleh OJK yang menunjukkan bahwa data dalam SLIK tidak secara otomatis menentukan diterimanya pemberian kredit atau pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan juga diharapkan dapat memberikan klarifikasi yang diperlukan. OJK menekankan bahwa keputusan pemberian KPR kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap menjadi kewenangan masing-masing bank dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. Selain itu, OJK terus meminta bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK dan melakukan pembaruan data secara berkala untuk memastikan akurasi informasi yang disajikan. Dengan langkah-langkah ini, OJK bertekad untuk terus mendukung upaya percepatan program 3 juta rumah untuk mewujudkan keberhasilan program pembangunan nasional tersebut.





