Stok Beras Melimpah, Mengapa Mentan RI Masih Impor Menir?

by -160 Views

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong langkah hilirisasi beras untuk menekan impor beras pecah atau menir yang selama ini masih masuk ke Indonesia. Ia menegaskan kebutuhan menir bisa dipenuhi dari stok dalam negeri dengan cara memecah beras utuh yang tersedia di gudang. Amran merespons wacana pengolahan beras yang sudah turun mutu menjadi tepung beras oleh Perum Bulog, dengan mengatakan langkah tersebut tepat dan perlu diperluas untuk menggantikan impor menir.

Menurut Amran, daripada mengimpor, pemerintah dapat mengolah beras yang ada menjadi menir sesuai kebutuhan industri. Proses pemecahan beras bisa menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri. Selama ini impor menir bisa mencapai ratusan ribu ton per tahun, padahal stok dalam negeri dinilai mencukupi.

Amran juga memastikan kebijakan hilirisasi beras ini bisa dilakukan kapan saja, mengingat ketersediaan stok saat ini dalam kondisi melimpah. Ia telah meminta jajaran Bulog untuk segera menindaklanjuti langkah tersebut, terutama untuk mengoptimalkan pemanfaatan stok beras yang ada di gudang.

Pemerintah masih mencatat adanya impor beras jenis tertentu, termasuk menir, untuk kebutuhan industri. Impor beras pada Oktober 2025 mencapai 40,7 ribu ton, dengan total impor sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton. Semua impor tersebut merupakan beras khusus dan industri, bukan beras medium untuk konsumsi umum. Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pengolahan beras dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor beras menir. (hsy/hsy)

Source link