Baskara Mahendra Alami Rasisme oleh K-Netz, SEAblings Mendukung

by -150 Views

Kegaduhan terjadi antar netizen di media sosial, ketika netizen Korea atau K-Netz melontarkan tindakan rasisme dan bahkan menyebut nama Baskara Mahendra. Hal ini langsung menimbulkan reaksi dari netizen Indonesia, Malaysia, dan negara-negara di Asia Tenggara yang dikenal sebagai SEAblings. Perang komentar pedas pun tak terhindarkan.

Kejadian bermula dari fansite Korea Selatan yang hadir di konser Day6 di Malaysia. Fansite ini menggunakan kamera profesional dan mengganggu fans lokal di konser tersebut. Ketika fans lokal menegur, fansite malah merasa bahwa mereka memiliki hak untuk membesarkan idolanya dengan foto-fotonya. Penghinaan terus berlanjut di media sosial dengan K-Netz yang menghina fisik orang Asia Tenggara, termasuk menghina status ekonomi dan mengaitkan dengan sipanse.

Bahkan, K-Netz mengejek aktor Indonesia, Baskara Mahendra, sebagai representasi dari orang Asia Tenggara. Fans idol asal Indonesia, No Na, pun disebut plagiat dan dianggap tidak memiliki konsep video musik menurut K-Netz. SEAblings memberikan respons atas rasisme tersebut dengan membalas lewat meme lucu dan menegaskan bahwa idol Korea tidak akan bisa sukses tanpa dukungan dari penggemar Asia Tenggara.

Data menunjukkan bahwa pasar K-Pop terbesar berada di Asia Tenggara. Di masa depan, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu pasar K-Pop terbesar di dunia. Meskipun disenggol oleh K-Netz, Baskara Mahendra tetap menunjukkan sikap positifnya dan mengapresiasi negara-negara Asia Tenggara yang aktif dalam mempromosikan grup musik lokal. No Na pun tetap fokus pada karya musiknya dengan konsep alam yang menunjukkan keindahan alam Indonesia.

Source link