Update Perang Timur Tengah: Ancaman Baru di Irak, Harga Minyak Meningkat

by -143 Views

Eskalasi perang di Timur Tengah terus menunjukkan intensitas yang semakin tinggi dalam beberapa hari terakhir. Rangkaian serangan militer, saling ancam antarnegara, hingga keterlibatan kelompok milisi memperlihatkan konflik kian meluas dan kompleks. Di sisi lain, ketegangan ini juga mulai mengguncang pasar global, terutama terlihat dari lonjakan tajam harga minyak dunia akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi, terutama dari kawasan strategis seperti Selat Hormuz.

China menuding operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai pemicu utama terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. China juga menekankan bahwa pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik secara mendasar. Sementara itu, ketegangan geopolitik telah mendorong lonjakan harga minyak dunia, dengan minyak mentah Brent naik hampir 7% ke level US$108,15 per barel.

Kedutaan Besar AS memperingatkan potensi serangan dari milisi pro-Iran di Irak dalam waktu dekat, sementara Militer Iran bersumpah akan melancarkan serangan besar terhadap AS dan Israel sebagai tanggapan terhadap ancaman. Kelompok Hizbullah di Lebanon mengklaim telah meluncurkan serangan ke Israel, sementara Israel melaporkan adanya serangan rudal dari Iran.

Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia, menyoroti ketidakjelasan akhir perang, sementara Presiden AS, Donald Trump, menjanjikan serangan lanjutan dalam beberapa pekan ke depan. Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanan udaranya telah merespons ancaman rudal dan drone di wilayahnya, sementara Iran menolak tuntutan AS dan menegaskan tidak akan ada negosiasi langsung terkait gencatan senjata.

Source link