Peremajaan Lambat: Solusi Terbaik Petani Ogah Tebang Pohon

by -174 Views

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, melaporkan kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, terkait program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang berjalan lambat. Salah satu penyebabnya adalah keengganan petani untuk menebang pohon sawit yang masih menghasilkan, terutama ketika harga Tandan Buah Segar (TBS) sedang bagus. Eddy menyampaikan hal ini setelah bertemu dengan Mentan Amran di Kantor Kementan, Jakarta. Produksi sawit nasional meningkat, namun replanting di kebun rakyat masih terhambat.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy menyampaikan bahwa produksi meningkat karena kebun perusahaan mulai memasuki masa produksi. Namun, program PSR di tingkat petani belum berjalan optimal. Banyak petani enggan menebang pohon sawit karena masih menghasilkan pendapatan. Mereka khawatir kehilangan sumber penghasilan selama menunggu tanaman baru berproduksi. Untuk itu, perlu ada solusi terkait biaya hidup selama masa peremajaan kebun, sembari menunggu hasil tanaman baru.

Eddy menilai pentingnya solusi bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk mempercepat program peremajaan sawit rakyat. Tanpa dukungan yang jelas, petani cenderung menunda replanting. Ia berpendapat bahwa dalam kondisi seperti ini diperlukan solusi bagi petani agar program peremajaan sawit rakyat dapat berjalan lebih cepat. Tanaman sawit yang sudah tua memang perlu diganti agar produktivitas tetap terjaga. Namun, tanpa skema dukungan yang jelas, petani akan lebih memilih untuk menunda replanting.

Eddy mengusulkan agar program ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku industri. Ia menekankan pentingnya adanya biaya hidup sementara bagi petani selama menunggu tanaman baru berkembang. Diperlukan pembahasan lebih lanjut untuk mencari solusi bersama dalam mempercepat produksi sawit dan menjaga keberlangsungan program peremajaan sawit rakyat.

Source link