Industri hiburan global memasuki fase baru setelah Paramount Skydance berhasil memenangkan proses akuisisi Warner Bros Discovery (WBD). Netflix secara resmi menolak menaikkan tawaran pada Kamis, mengakhiri persaingan antara kedua raksasa media tersebut. Sebelumnya, Netflix menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih Warner Bros, namun posisi berubah setelah Paramount Skydance menaikkan penawaran menjadi sekitar US$111 miliar. Paramount juga menyetujui sejumlah ketentuan finansial untuk penawaran tersebut. Para CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyatakan bahwa menyamai tawaran Paramount tidak lagi menarik secara finansial.
Penjualan Warner Bros Discovery berhubungan dengan beban utang perusahaan yang mencapai lebih dari US$53 miliar, ditambah penurunan pendapatan dari televisi kabel tradisional serta kompetisi ketat di industri streaming global. Beban utang tersebut akumulasi dari merger sejak dekade 1990-an. Presiden dan CEO Warner Bros Discovery, David Zaslav, mengucapkan terima kasih kepada Netflix atas proses negosiasi yang telah dilalui. Selain itu, CEO Paramount, David Ellison, menegaskan bahwa tawaran perusahaannya menawarkan nilai lebih, kepastian transaksi, serta proses penyelesaian yang cepat.
Meskipun Paramount memenangkan akuisisi, proses ini masih menunggu persetujuan regulator di Amerika Serikat dan Eropa. Jika disetujui, Paramount akan menguasai studio Warner Bros, mengintegrasikan layanan streaming HBO Max, serta mengambil alih CNN dan sejumlah saluran hiburan lainnya. Peralihan kepemilikan CNN juga berpotensi memunculkan dinamika politik, mengingat jaringan tersebut kerap menjadi sorotan dalam pemberitaan kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Ini menandai babak baru dalam industri hiburan global.





