Intel AS: 20.000 Orang Berkeliaran di Suriah Setelah Pembubaran Kamp ISIS

by -57 Views

Badan intelijen Amerika Serikat (AS) telah menemukan bahwa sekitar 15.000 hingga 20.000 orang, termasuk afiliasi ISIS, saat ini berada di Suriah setelah meninggalkan Kamp Al-Hol. Situasi ini menguat akibat keamanan Al-Hol yang runtuh dalam beberapa pekan terakhir setelah kekalahan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS. Banyak pejabat AS memperingatkan bahwa istri pejuang ISIS di kamp ini tengah membesarkan generasi militan berikutnya.

Kamp Al-Hol, yang sebelumnya menampung lebih dari 70.000 orang, kini hanya tersisa sekitar 23.000 orang pada akhir 2025. Sebagian besar penghuni telah meninggalkan kamp setelah pemerintah Suriah memegang kendali bulan lalu, dengan lebih dari 20.000 orang melarikan diri dalam hitungan hari. Pemerintah Suriah berencana untuk memantau para ekstremis dan mengintegrasikan mereka kembali ke masyarakat.

Meskipun presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, telah memerangi ISIS selama bertahun-tahun, keamanan Suriah masih diisi berbagai kelompok Islamis garis keras dan infrastruktur keamanan masih dinilai rapuh. Banyak pihak menyalahkan keputusan pemerintahan Donald Trump yang menyerahkan upaya kontra-terorisme ke Suriah, sambil menarik pasukan AS.

Studi PBB pada Oktober lalu menemukan bahwa tidak semua penghuni Al-Hol memiliki keterkaitan dengan ISIS, dan para tersangka paling berbahaya ditahan terpisah. Pejabat AS juga telah memindahkan sekitar 5.700 tahanan afiliasi ISIS dari Suriah ke Irak, sementara kerusuhan terbaru di Al-Hol telah melukai pekerja kemanusiaan dan menyebabkan kerusakan di kamp.

Kepala badan pengungsi PBB di Suriah menyatakan bahwa mereka telah memfasilitasi pemulangan 191 warga Irak dari Al-Hol, sementara kamp ini sekarang hampir kosong karena banyak penghuninya telah meninggalkannya.

Source link