Warga di sepanjang Jalan Haji Lebar, Kembangan, Jakarta Barat, memprotes keberadaan gubuk karaoke liar yang diduga sebagai tempat prostitusi ilegal. Protes tersebut disampaikan melalui spanduk yang berisikan keresahan dan penolakan terhadap lapak-lapak liar di sekitar Tol Lingkar Luar Jakarta Barat 2. Salah satu warga, Chandra (30 tahun), mengakui bahwa lapak-lapak semi permanen tersebut sering menjadi tempat hiburan malam. Suara dangdut yang terdengar sampai larut malam mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ketua RW 01 Kelurahan Meruya Selatan, Nasrullah, membenarkan adanya keresahan tersebut. Gubuk-gubuk tersebut telah berdiri sejak lama dan banyak orang yang tak dikenal berkumpul di sana. Warga berharap agar aktivitas di gubuk-gubuk itu segera ditindaklanjuti, terutama menjelang bulan puasa. Petugas Satpol PP terlihat melakukan patroli di lokasi untuk mengawasi kegiatan di gubuk karaoke liar tersebut. Semua upaya dilakukan untuk menanggulangi permasalahan yang meresahkan masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Warga Kembangan Jakbar Marah: Gubuk Karaoke Liar Merajalela





