Sistem Polder Belanda: Perlindungan PIK 2 dari Banjir

by -49 Views

Isu banjir akibat penurunan muka tanah dan kenaikan air laut selalu menghantui Jakarta dan pantai utara Jawa. Oleh karena itu, pengadopsian teknologi dari luar negeri secara menyeluruh layak untuk dipertimbangkan. Contoh sukses penggunaan teknologi tersebut dapat dilihat di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) yang menerapkan sistem polder. Sistem polder merupakan gabungan dari tanggul, danau, dan pompa yang berfungsi untuk mengatur air laut yang mengancam kawasan tersebut.

Pendekatan sederhana dari sistem polder ini diibaratkan seperti ember, dimana dinding tanggul berperan sebagai bibir ember yang mengelilingi kawasan, dan air laut di luar kawasan. Dengan meninggikan dinding tanggul ketika permukaan air laut naik, kawasan dapat dilindungi. Sedangkan saat curah hujan tinggi dan air dalam kawasan naik, sistem polder akan mengarahkan air ke danau-danau dalam kawasan dan kemudian dipompa ke laut, sehingga jalanan di dalam kawasan tetap terjaga dari banjir.

Penerapan sistem polder yang sukses di Belanda selama sekitar 200 tahun menjadi contoh yang baik. Di Indonesia sendiri, kawasan PIK 1 dan PIK 2 telah menerapkan sistem polder yang dirancang oleh PT Witteveen Bos Indonesia. Kawasan PIK 2 yang memiliki ketahanan terhadap banjir secara efektif, membuktikan keberhasilan dalam penerapan teknologi ini.

Pada saat terjadi banjir di Jakarta, puluhan RT terendam akibat hujan deras pada tanggal 6 Juli 2025. Namun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan darurat banjir di wilayah Jakarta Raya. Operasi modifikasi cuaca dilakukan mulai tanggal 7 hingga 11 Juli 2025 berdasarkan data cuaca dari BMKG yang menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Operasi ini dipusatkan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dengan adanya upaya seperti ini, diharapkan penanganan banjir di Jakarta dapat dipercepat.

Source link