GBTI Ajak Publik Melihat Tionghoa sebagai Bagian Indonesia

by -76 Views

Galeri Budaya Tionghoa Indonesia (GBTI) merupakan sebuah museum yang tidak hanya bertujuan untuk menonjolkan perbedaan, tetapi juga untuk menunjukkan hubungan yang erat antara komunitas Tionghoa dengan Indonesia. Kurator GBTI, Bob Edrian, menekankan bahwa pesan tersebut menjadi tema utama yang terpancar dari setiap ruang pamer di museum ini.

Dengan pendekatan kuratorial yang memperhatikan pengalaman sehari-hari, GBTI mengajak masyarakat untuk memahami bahwa perjalanan komunitas Tionghoa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Ruang pamer di museum ini dirancang untuk menyampaikan pesan tersebut melalui berbagai lapisan narasi.

Salah satu contohnya adalah Ruang Kesaksian, di mana arsip foto bertemu dengan video dokumentasi dan wawancara. Foto-foto yang dipajang di Ruang Kesaksian berasal dari berbagai lembaga kearsipan, seperti lembaga negara, institusi militer, dan universitas. Arsip-arsip ini dipilih secara khusus untuk menunjukkan bagaimana komunitas Tionghoa turut serta dalam kehidupan sosial Indonesia, baik itu dalam bidang ekonomi, pemerintahan, maupun pendidikan.

Bob menjelaskan bahwa foto-foto dipilih berdasarkan peran masyarakat Tionghoa dalam berbagai sektor kehidupan, sehingga dapat menunjukkan bagaimana komunitas ini berinteraksi dan berbaur dalam masyarakat Indonesia. Selain foto, video dokumentasi juga digunakan untuk merekam ingatan kolektif lintas generasi agar cerita yang ingin disampaikan dapat lebih hidup dan nyata.

Melalui model pendekatan ini, GBTI secara konsisten menekankan bahwa komunitas Tionghoa harus dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Pesan ini tercermin dalam setiap sudut ruang pameran, mengajak pengunjung untuk melihat bahwa keragaman budaya adalah kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Source link