Pilih Teror Sinematik Tanpa Lagu Sebelum Dijemput Nenek

by -68 Views

Sutradara Fajar Martha Santosa memutuskan untuk tidak menggunakan lagu sebagai alur suara dalam film horor komedi terbarunya, “Sebelum Dijemput Nenek”. Keputusan ini diambil setelah diskusi panjang untuk memastikan penonton dapat sepenuhnya terlibat dalam cerita tanpa terganggu oleh musik vokal. Menurut Fajar, hal ini dilakukan agar nuansa film terasa lebih sinematik. Fokusnya adalah pada teknis yang dirancang secara cermat selama proses syuting 18 hari di Sleman.

Tanpa lagu sebagai alur suara, diharapkan audiens dapat lebih fokus pada intensitas adegan dan detail suara yang membangun ketegangan dan komedi. Selain itu, film ini juga mengusung pesan mendalam mengenai perspektif dalam sebuah keluarga. Fajar ingin mengeksplorasi bagaimana setiap anggota keluarga seharusnya dapat memahami sudut pandang satu sama lain, terutama saat menghadapi konflik internal.

Keputusan ini juga bertujuan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berdiferensiasi dari film horor lainnya. Karakter Nenek yang memegang peranan penting di akhir cerita menjadi alasan mengapa sutradara lebih memilih suasana yang organik dan misterius daripada lagu komersial sebagai pengiring adegan. Melalui pendekatan ini, Fajar berharap penonton dapat merasakan pengalaman horor yang lebih murni dan emosional, di mana suara latar adegan menjadi instrumen utama dalam menyampaikan pesan film.

Film “Sebelum Dijemput Nenek” yang diperankan oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian akan dirilis di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026.

Source link