Internet Mati 84 Jam: Respons China dan Kabar Terbaru WNI

by -49 Views

Situasi di Iran semakin memanas dengan pemadaman internet nasional yang telah berlangsung selama lebih dari 84 jam, lonjakan korban tewas dalam gelombang protes, dan tekanan ekonomi yang semakin dalam. Menurut laporan CNBC Indonesia, pemadaman internet di Iran berlangsung lebih dari 84 jam, memunculkan kekhawatiran bahwa hal ini digunakan sebagai alasan untuk menekan aktivis. Netblocks menyatakan bahwa akses internet masih terbatas namun masih bisa ditembus melalui beberapa cara alternatif.

Jumlah korban tewas dalam protes anti-rezim dilaporkan mencapai 544 orang, termasuk berbagai kalangan mulai dari demonstran hingga anggota militer. Seiring dengan kondisi ekonomi yang memburuk, Iran mengalami kejatuhan ekonomi yang dipicu oleh nilai tukar rial yang merosot, inflasi tinggi, dan peningkatan tingkat kemiskinan. Sanksi internasional juga membatasi akses Iran ke valuta asing dan sistem perbankan internasional.

Tidak hanya itu, China juga memberikan respons terhadap protes di Iran dengan menolak campur tangan asing dan mendorong semua pihak untuk menjaga perdamaian. Ancaman di Selat Hormuz juga menjadi perhatian serius, karena bisa mengganggu pasokan minyak dunia dan mempengaruhi pasar energi global.

Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang terguling dalam Revolusi Islam, ikut angkat suara dalam gelombang protes, menyerukan perubahan sistem politik menjadi yang sekuler dan demokratis. Kementerian Luar Negeri RI juga terus memonitor kondisi WNI di Iran dan memberikan imbauan agar meningkatkan kewaspadaan. Bagi yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, disarankan untuk menunda keberangkatan hingga situasi aman.

Source link