Megaproyek Penting di Pintu Gerbang Israel: Negara Arab Bersiap

by -106 Views

Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, mengalokasikan sejumlah bidang tanah di Kegubernuran Sinai Utara, termasuk area strategis di dekat Rafah, sebagai bagian dari rencana pembangunan pemerintah. Keputusan Presiden Nomor 736 Tahun 2025 menetapkan pengalihan lahan milik negara di Sinai Utara untuk pembangunan zona logistik. Tiga bidang tanah utama di dekat Rafah, El Hassana, dan wilayah Baghdad di Sinai Utara dialokasikan dengan total luas lahan mencapai sekitar 6.227.658 meter persegi.

Meskipun lahan tersebut dialokasikan untuk logistik dan ekonomi, Angkatan Bersenjata Mesir akan tetap memiliki kepemilikan atas lahan militer di dalam batas plot yang dialokasikan. Alokasi lahan ini merupakan bagian dari strategi nasional Mesir untuk mengembangkan Semenanjung Sinai melalui proyek infrastruktur besar. Proyek ini bertujuan mengubah Sinai menjadi pusat perdagangan dan logistik regional yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Laut Merah untuk memperkuat konektivitas Mesir dengan pasar regional dan internasional.

Selain itu, proyek ini juga akan terhubung dengan pelabuhan di Laut Merah seperti Taba dan Nuweiba, menciptakan jalur distribusi efisien yang menghubungkan wilayah perairan utara dan selatan Mesir. Proyek pengembangan ini merupakan bagian dari koridor logistik yang lebih luas, termasuk pengembangan Pelabuhan Al-Arish dan pembangunan jalur kereta api dari Bir Al-Abed menuju Al-Arish, Rafah, hingga Taba. Ini adalah langkah penting dalam membangun infrastruktur yang diperlukan untuk memperkuat posisi Mesir dalam perdagangan regional dan internasional.

Source link