KPI dan Polytama: Sinergi Petrokimia untuk Ekonomi Hijau

by -121 Views

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperbarui komitmen kerja sama dengan PT Polytama Propindo (Polytama) dalam Kontrak Jual Beli Produk Propylene untuk periode lima tahun mendatang, mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2030. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mendorong hilirisasi industri, dan mendukung ekonomi hijau sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Direktur Optimasi Feedstock dan Produk KPI, Erwin Suryadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan impor, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

Dalam sebuah pernyataan, Erwin juga menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak penting dalam upaya hilirisasi industri petrokimia di Indonesia. Kerja sama antara KPI dan Polytama diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak dan mendukung pembangunan industri petrokimia yang tangguh dalam perekonomian nasional.

Selain itu, VP Commercial dan Sales KPI, Aji Danardono, menambahkan bahwa sinergi antara KPI dan Polytama juga berfokus pada konsep energi hijau. Keduanya telah meraih PROPER EMAS dan menghasilkan produk-produk ramah lingkungan, seperti Green Diesel dan Sustainable Aviation Fuel dari KPI, serta produk hijau dari Polytama dengan implementasi Green Catalyst.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menegaskan pentingnya transformasi dari negara eksportir bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah. Dengan dukungan pasokan berkelanjutan dari KPI, Polytama berkomitmen untuk membangun fondasi industri petrokimia yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung target keberlanjutan nasional.

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya hubungan bisnis biasa, tetapi merupakan bagian strategis dalam membangun industri petrokimia nasional yang mandiri. Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan menguatkan keamanan serta efisiensi rantai pasok. Selain itu, KPI juga fokus pada inovasi produk, efisiensi energi, dan dukungan terhadap industri hijau nasional.

Dengan demikian, kerja sama antara KPI dan Polytama tidak hanya mendukung pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia tetapi juga mempercepat transformasi sektor energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Penandatanganan perjanjian pembaruan ini merupakan langkah penting dalam memastikan kelangsungan operasional dan keberlanjutan industri petrokimia di Tanah Air.

Source link