Thailand Bombardir Kamboja, Sekolah Chaos-3 Juta Korban

by -104 Views

Perang antara Thailand dan Kamboja semakin memanas dengan serangan bom dari jet tempur Thailand yang menghantam distrik Banan, Battambang, Kamboja selama perayaan Natal. Kamboja melaporkan bahwa agresi Thailand terus meningkat selama perang yang telah berlangsung selama lebih dari 20 hari. Pada Kamis, jet tempur T-50TH Thailand menjatuhkan satu bom di distrik Banan, sedangkan pada Rabu, militer Thailand menggunakan jet tempur T-50 untuk menjatuhkan empat bom di daerah Phnom Sampov, Battambang. Insiden ini menyebabkan pengungsian para siswa dan warga sipil di sepanjang Phnom Sampov. Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menutup sementara sekolah di Banan dan Phnom Sampov untuk alasan keamanan.

MoEYS melaporkan bahwa total 1.311 sekolah telah ditutup di beberapa provinsi Kamboja dan dampaknya memengaruhi lebih dari 3 juta murid sekolah. Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan bahwa negara mereka telah menjadi sasaran agresi militer oleh Thailand sejak tanggal 7 Desember 2025. Perang ini terencana, diakui, dan dilakukan oleh Thailand dengan keterlibatan pasukan darat, udara, dan laut. Selain menyerang posisi militer, Thailand juga mengincar warga sipil, infrastruktur penting, kuil, dan monumen bersejarah. Dampaknya sudah terasa dengan kerusakan rumah dan jatuhnya korban jiwa.

Selain itu, pasukan militer Thailand terus melakukan pelanggaran di daerah pemukiman sipil di beberapa wilayah Kamboja. Evakuasi warga sipil telah dilakukan akibat bentrokan perbatasan yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Selama invasi, Thailand menggunakan berbagai jenis senjata dan peralatan berat, termasuk jet tempur F-16, drone canggih, bom cluster, gas beracun, dan T-50. Situasi ini semakin memanas dan mengancam keamanan masyarakat Kamboja.

Source link