Pertunjukan teater Bengkel Muda Surabaya (BMS) selalu mendapat tempat istimewa di hati para penikmat seni di Surabaya. Salah satunya adalah pertunjukan Skolah Skandal yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-53 BMS Movement dengan tema “Surabaya Ayo Bicara”. Meskipun hujan deras mengguyur Surabaya, antusiasme penonton tetap tinggi. Sekitar 250 penonton setia hadir menunggu hingga pertunjukan dimulai pukul 21.00 WIB, menciptakan suasana yang begitu khidmat di gedung tersebut.
Skolah Skandal sendiri merupakan naskah karya Akhudiat yang pertama kali dipentaskan pada Festival Seni Surabaya pada November 2011. Setelah sekian lama tidak disentuh, lakon ini kembali dihadirkan dalam produksi teater BMS sebagai bagian dari kebangkitan sanggar teater tertua di Surabaya. Sutradara Heroe Budiarto memilih naskah ini karena memiliki makna yang dalam dan relevan dengan situasi sekarang. Pertunjukan ini diolah dengan gaya yang ringan namun kritik yang disampaikan tetap tajam dan mengena.
Produksi ini juga menandai kolaborasi antara generasi senior dan pendatang baru dalam dunia teater. Para pemain senior seperti Ndindy Indiyati, Saiful Hadjar, dan Ipong menjadi landasan dramaturgi, sementara pemain baru menyerap energi panggung dengan baik. Ini tidak hanya menjadi strategi artistik, tetapi juga bagian dari pendidikan teater yang melekat dalam tradisi BMS: belajar dan tumbuh bersama untuk menjaga kehidupan seni lintas generasi.
Dengan komitmen untuk terus memproduksi teater setidaknya sekali setiap tahun, BMS menandai tekadnya sebagai rumah seni yang menghasilkan gebrakan pemikiran. Hanya satu pertanyaan yang masih menggantung, apa yang akan mereka garap tahun depan? Tapi satu hal yang pasti, masyarakat seni Surabaya siap menunggu karena kehadiran BMS bukan sekadar pertunjukan teater biasa namun gerakan yang membuat kota ini terus bicara.





