Kekuatan Besar Dunia Bentrok di Asia: AS-Jepang Vs Rusia-China

by -104 Views

Ketegangan di Asia Timur kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengecam tindakan China yang disebut menargetkan radar ke arah pesawat militer Jepang dalam sebuah latihan pekan lalu. Kritik terbuka dari Washington ini menambah panjang rangkaian gesekan antara dua negara bertetangga yang sejak bulan lalu saling berhadapan dalam isu pertahanan dan Taiwan. Insiden tersebut terjadi di dekat Kepulauan Okinawa, wilayah yang sensitif karena berada di antara jalur udara dan laut yang strategis bagi Jepang serta dekat dengan Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya. Situasi memanas sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada bulan lalu menyampaikan di parlemen bagaimana Tokyo dapat bereaksi jika China melakukan serangan hipotetis terhadap Taiwan.

Dalam pernyataannya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa tindakan China tidak membantu menjaga ketenangan kawasan. Komentarnya merujuk pada insiden radar tersebut dan menekankan bahwa aliansi AS-Jepang semakin kuat dan bersatu. Pernyataan itu langsung disambut Tokyo, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan komentar AS tersebut “menunjukkan aliansi yang kuat anatara AS dan Jepang”. Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China tidak secara langsung menanggapi kritik Washington, namun menegaskan bahwa seluruh latihan dan kegiatan militer China dilakukan sesuai hukum internasional.

Sementara itu, Rusia melakukan patroli gabungan dengan China di sekitar Jepang. Dua pengebom strategis Rusia Tu-95 bertemu dengan dua bomber China H-6 di Laut Jepang dan melakukan penerbangan bersama di kawasan Pasifik. Jet tempur China J-16 juga ikut mengawal dalam operasi tersebut. Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan bahwa Selat Miyako di antara Kepulauan Okinawa dan Miyako milik Jepang merupakan perairan internasional. Penegakan keamanan dan pertahanan di kawasan tersebut terus menjadi perhatian utama dalam menghadapi ketegangan di Asia Timur.

Source link