Natasya Eka Nanda Sonia Puri, mahasiswi jurusan Teknik Informatika Universitas Buana Perjuangan Karawang, sedang memberikan dampak positif melalui program JAGO AI (Generasi Bijak dan Beretika dalam Teknologi Kecerdasan Buatan). Ia meyakini bahwa manusia memiliki nilai yang tak tergantikan oleh kecerdasan buatan, sehingga penting untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan digunakan sebagai alat pendukung, bukan merusak esensi kemanusiaan.
Natasya telah mendapatkan pengakuan internasional lewat peraihan Silver Medal dalam kompetisi International Language And Education Invention, Innovation, And Design Exposition (ILEIID) 2025. Salah satu inovasinya, SmartMed Barcode, merupakan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk klasifikasi obat-obatan medis sesuai standar global. Dengan inovasi ini, Natasya ingin meningkatkan keamanan, memastikan kepatuhan regulasi, dan memberikan edukasi mengenai obat-obatan di berbagai negara.
Selain itu, Natasya juga memiliki jejak kepemimpinan yang kuat, mulai dari pengalaman di pondok pesantren hingga meraih Finalis BSI English Debate Competition dan keterlibatan dalam Penelitian Fundamental Reguler (PFR). Ia juga aktif mengembangkan portofolio sebagai UI/UX Designer dan memiliki sertifikasi dari Google Coursera dan Huawei.
Meskipun perjalanan Natasya tidak selalu mulus, seperti kegagalan dalam Pemilihan Remaja Budi Pekerti XXI, hal itu justru memantapkannya untuk terus maju. Natasya percaya bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang capaian, tetapi juga tentang upaya untuk memuliakan kehidupan manusia pada umumnya.
Dengan pengalaman dan nilai-nilai yang dimilikinya, Natasya memberikan pesan kepada Generasi Z agar fokus pada proses dan bukan hanya hasil. Ia yakin bahwa kemajuan teknologi seharusnya digunakan untuk memberdayakan manusia, bukan mengurangi esensi kemanusiaan. Dengan prinsip hidup yang diterapkan dari ayahnya, Natasya bertekad untuk terus menjadi figur publik yang bertanggung jawab dan membangun teladan bagi komunitasnya.





