Banjir Hebat, Publik Bahas Kebijakan Manusia di Baliknya

by -33 Views

Sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, baru-baru ini mengalami banjir dan tanah longsor hebat. Tragedi ini menimbulkan korban jiwa, mengganggu jalur transportasi serta memutus jaringan komunikasi di beberapa tempat. Untuk merespons situasi genting ini, Pemerintah Aceh telah menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, dimulai dari 28 November hingga 11 Desember 2025. Namun, di tengah upaya penanganan bencana, masyarakat dunia maya justru memperbincangkan kaitan antara peristiwa banjir ini dengan tokoh nasional, Zulkifli Hasan, yang saat ini menjabat sebagai Menko Pangan. Kaitan tersebut terutama muncul melalui berbagai unggahan dan diskusi di media sosial.

Salah satu suara kritis datang dari akun Instagram Balqis Humaira yang pesannya viral. Dalam unggahan itu, Balqis secara blak-blakan menyebut nama Zulkifli Hasan dan menuding bahwa bencana yang menimpa daerah-daerah di Sumatera tak lepas dari efek kebijakan izin dan regulasi yang pernah dibuat pejabat negara. Ia menyoroti kerusakan hutan dan menyamakan bencana banjir serta longsor sebagai akibat langsung dari kebijakan-kebijakan yang mempermudah pembukaan lahan di masa lalu.

Tudingan tersebut tak terlepas dari rekam jejak Zulhas sebagai Menteri Kehutanan pada periode 2009 hingga 2014. Pada masa itu, sejumlah kebijakan kehutanan yang diambil menjadi pusat perhatian para pemerhati lingkungan. Kasus alih fungsi Taman Nasional Tesso Nilo di Riau menjadi perkebunan sawit ilegal secara besar-besaran adalah salah satu polemik yang masih dibahas hingga kini. Transformasi hutan lindung menjadi lahan kelapa sawit dianggap telah mempercepat kerusakan lingkungan dan memperlemah kemampuan alam mengatasi banjir dan longsor.

Dalam unggahan yang sama, Balqis juga menyesalkan kondisi kawasan konservasi yang dulu luasnya mencapai 83 ribu hektare namun kini sebagian besar telah rusak dan beralih fungsi. Ia mengingatkan bahwa perambahan hutan dan masuknya perkebunan sawit ilegal dari berbagai penjuru mengakibatkan daya dukung hutan sebagai penyangga ekosistem sangat berkurang. Situasi ini diyakini memperbesar intensitas dan risiko kejadian-kejadian ekstrem seperti banjir dan tanah longsor yang terus berulang.

Tak sedikit pula warganet yang mengembalikan sorotan ke masa lalu dengan membagikan ulang potongan video dokumenter tahun 2013. Dalam video itu, aktor Amerika Serikat, Harrison Ford, mewawancarai Zulkifli Hasan secara langsung terkait isu deforestasi di Indonesia. Ford secara gamblang menyoroti lemahnya tindakan pemerintah Indonesia saat itu dalam mengatasi pembalakan liar dan perambahan di Tesso Nilo. Kini, video tersebut kembali menjadi bahan perdebatan di tengah kemarahan publik atas bencana yang terjadi.

Akun @voxnetizens dalam salah satu unggahannya menyatakan bahwa bencana yang melanda Sumatera bukan sekadar siklus alam, tetapi merupakan hasil dari serangkaian kebijakan manusia yang turut merusak lingkungan. Ia menegaskan, keuntungan besar yang diraih oleh sejumlah perusahaan sawit tak terlepas dari pengesahan pembukaan lahan secara legal oleh manusia juga. Bencana ini, menurut mereka, bukan bencana alami murni, melainkan dampak dari keputusan-keputusan yang diambil oleh manusia sendiri terhadap alam.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan