Merayakan Budaya di PIK: November Penuh Warna

by -47 Views

Di bulan November, kawasan PIK bukan hanya menjadi tempat untuk konser besar dan festival kuliner, tetapi juga menjadi panggung untuk seni dan budaya yang beragam. Setiap minggu, berbagai acara seperti perayaan tradisi, pagelaran wastra, workshop bela diri, dan pementasan Batavia Tales turut mewarnai suasana. Semua acara tersebut menyatu dengan event-event lain seperti musik, makanan, olahraga, dan kegiatan anak.

Menurut Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, bulan November ini menjadi momen penting di PIK dengan diselenggarakannya event-event spektakuler yang telah dikenal secara nasional dan bahkan internasional. Acara tersebut tidak hanya sebagai rangkaian bulanan biasa, melainkan sebagai wujud dari potensi PIK sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Salah satu highlight dari bulan budaya ini adalah Grand Opening Sunset Pier dengan tema “Aku, Wastra, dan Kisah” yang diselenggarakan pada 22 November. Event tersebut menampilkan para desainer ternama seperti Ghea Resort dan Mita Hutagalung, serta dihadiri oleh publik figur seperti Paula Verhoeven, Kimberly Ryder, dan Nadya Mulia. Selain fashion show, acara ini juga menayangkan film dokumenter “Perjalanan Kain & Kehidupan” dan pagelaran karya ArteGrow & JDA Studio, merayakan wastra dan pemberdayaan perempuan dari segi visual maupun pesan.

Tak hanya di Sunset Pier, budaya juga terasa di berbagai sudut PIK. Misalnya, di Aloha hadir perayaan Galungan & Kuningan yang mempersembahkan nuansa Bali lengkap dengan dekorasi dan prosesi, sementara di Dragon Point, pengunjung dapat bergabung dalam Angklung Competition, menyaksikan Akademi Barongsai, dan bahkan mencoba Wing Chun Workshop. Selain itu, berbagai acara dan kegiatan lain turut meramaikan bulan November di PIK sebagai bulan penuh warna budaya.

Source link