Kisah Sejarah Prabowo dan Raja Yordania: Kilas Balik Hubungan yang Menarik

by -445 Views

JAKARTA — Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein ke Indonesia pada Jumat sore ini bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Di balik pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, ada jejak hubungan panjang dua pemimpin yang sudah saling mengenal jauh sebelum mereka memegang tampuk kekuasaan di negara masing-masing.

Agenda Kunjungan dan Pertemuan di Indonesia

Dalam lawatannya ke Jakarta, Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo dan perwakilan Danantara Indonesia. Setelah itu, keduanya akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bilateral. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Raja Yordania ke sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan.

Persahabatan yang Terbangun Sejak Lama

Hubungan Prabowo dan Abdullah II berakar dari masa muda mereka. Keduanya sama-sama pernah menempuh pendidikan di sekolah ranger bergengsi Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning. Dari sana, kedekatan personal mereka terus terjaga, bahkan ketika karier militer dan politik masing-masing berkembang di jalur yang berbeda.

Keduanya juga pernah memimpin pasukan khusus di negaranya. Prabowo pernah menjabat Danjen Kopassus, sementara Abdullah II memimpin Pasukan Khusus Yordania. Kesamaan latar belakang itu membuat hubungan mereka bukan hanya bersifat formal, melainkan juga dibangun atas pengalaman dan disiplin yang serupa.

Dari Masa Sulit hingga ke Puncak Kekuasaan

Ikatan keduanya bahkan bertahan saat Prabowo mengasingkan diri ke Yordania pada 1998. Saat itu, ia disambut hangat dan bahkan ditawari kewarganegaraan Yordania. Pertemuan terakhir mereka sebelumnya tercatat pada 2014, ketika Raja Abdullah II berkunjung ke Indonesia.

Kini, keduanya berada di posisi tertinggi di negara masing-masing. Abdullah II telah menjadi Raja Yordania sejak 1999, sedangkan Prabowo resmi menjabat Presiden RI sejak 20 Oktober 2024. Pertemuan di Jakarta kali ini dipandang sebagai momentum untuk menguatkan kembali hubungan personal yang telah lama terjalin sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas di bidang politik, ekonomi, dan keamanan.

Source link