Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat di NKRI

by -34 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menganugerahi sepuluh tokoh dengan gelar Pahlawan Nasional pada Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 menjadi dasar penganugerahan tersebut. Salah satu penerima gelar Pahlawan Nasional adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara yang diakui atas perjuangan politik dan diplomasi. Zainal Abidin Syah memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lahir di Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara, pada tahun 1912, Zainal Abidin Syah dikenal sebagai “Penjaga Timur Indonesia”. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ia menerima pendidikan Belanda untuk pribumi di Ternate dan melanjutkan studinya di Batavia (sekarang Jakarta) dan Makassar, Sulawesi Selatan. Dia menjabat sebagai Sultan Tidore dan Gubernur Irian Barat pertama. Berkat kegigihannya, wilayah tersebut akhirnya diakui sebagai wilayah Kesultanan Tidore selama ratusan tahun. Setelah perjuangannya yang gigih, Zainal Abidin Syah wafat pada tahun 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon. Namanya diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Soa-Sio, yaitu Jalan Sultan Zainal Abidin Syah di Kecamatan Tidore Selatan. Perjalanan hidup dan jasa-jasanya terhadap kedaulatan NKRI dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

Source link