Perlunya Pendampingan Psikologis bagi Siswa SMA 72

by -44 Views

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, menyatakan pentingnya trauma healing bagi seluruh siswa SMA Negeri 72 Jakarta Utara setelah ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah. Menurut Margaret, pendampingan psikologis dibutuhkan oleh semua siswa, bukan hanya yang terluka. KPAI merekomendasikan penanganan trauma melibatkan psikolog tersertifikasi, HIMSI, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), hingga tenaga spesialis psikologi dari pihak kepolisian. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, juga diapresiasi atas rencananya untuk mempercepat rehabilitasi sekolah agar kegiatan belajar dapat kembali normal. Berdasarkan data sementara, terdapat 14 anak yang harus dirawat inap, dengan sebagian besar berusia di bawah 18 tahun yang mengalami luka cukup serius. Jenis luka yang dialami anak-anak beragam, mulai dari kaki, jari yang harus diangkat kukunya, hingga keluhan sakit telinga dan kepala. Data korban masih terus berkembang, namun sekitar 33 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit. Meskipun angka korban sempat dilaporkan mencapai 37 orang, finalisasi data masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.

Source link