Tarif Transjakarta Naik ke Rp5000, Subsidi Tak Tertahankan – Pramono

by -456 Views

Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Pramono Sebut Subsidi Sudah Terlalu Berat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membuka jalan untuk penyesuaian tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, wacana ini bukan sekadar soal menaikkan harga tiket, melainkan upaya menjaga agar layanan transportasi publik tetap berjalan tanpa terus membebani APBD secara berlebihan.

Subsidi dinilai tak lagi ideal

Pramono menyebut besarnya subsidi yang harus ditanggung Pemprov DKI sudah berada pada titik yang sulit dipertahankan. Menurut dia, tarif Transjakarta yang tidak berubah sejak 2005 membuat beban anggaran semakin berat, sementara kebutuhan operasional dan pengembangan layanan terus meningkat. Karena itu, penyesuaian tarif dianggap sebagai langkah yang masuk akal agar layanan Transjakarta dan Transjabodetabek tetap berkelanjutan.

Masih ada 15 golongan yang tetap gratis

Meski tarif baru disiapkan, Pemprov DKI memastikan tidak semua penumpang akan terdampak. Pramono menegaskan ada 15 golongan masyarakat yang tetap bisa naik Transjakarta secara gratis. Kelompok itu mencakup ASN, TNI-Polri, penyandang disabilitas, lansia, serta pelajar penerima KJP Plus. Skema ini dipertahankan agar akses transportasi publik tetap terbuka bagi kelompok yang selama ini mendapat perlindungan layanan.

Masih lebih murah dibanding wilayah penyangga

Pramono juga menekankan bahwa tarif baru Rp5.000 masih tergolong terjangkau dibandingkan moda transportasi umum di kawasan penyangga Jakarta, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Dengan alasan itu, Pemprov DKI ingin memastikan publik memahami bahwa penyesuaian tarif bukan untuk membebani warga, melainkan menyesuaikan dengan kondisi fiskal dan kebutuhan layanan yang terus berkembang.

Source link