Semanggi Macet Rabu Malam: Jasa Marga Minta Maaf

by -346 Views

Semanggi Macet Rabu Malam, Jasa Marga Sampaikan Permintaan Maaf

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan parah yang terjadi di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, pada Rabu (24/9/2025) malam. Kepadatan lalu lintas itu dipicu penutupan sejumlah gerbang tol di Tol Dalam Kota, yang dilakukan bersamaan dengan jam pulang kerja sehingga arus kendaraan langsung menumpuk di beberapa titik.

Penutupan Gerbang Tol Picu Kepadatan

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan pihaknya memahami gangguan yang dirasakan pengguna jalan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pekerjaan perbaikan yang dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan dan menghadirkan perjalanan yang lebih lancar ke depan.

Menurut Jasa Marga, penutupan tujuh gerbang tol merupakan bagian dari langkah percepatan perbaikan. Namun, karena pekerjaan berlangsung pada waktu lalu lintas sedang padat, dampaknya tetap tak terhindarkan. Meski Jasa Marga bersama Polantas sudah menyiapkan antisipasi, volume kendaraan di lapangan tetap membuat situasi sulit terurai cepat.

Perbaikan Hampir Rampung, Pejompongan Masih Dikerjakan

Jasa Marga memastikan seluruh gerbang tol di Ruas Tol Dalam Kota pada dasarnya telah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi, kecuali Gerbang Tol Pejompongan yang masih menjalani perbaikan karena mengalami kerusakan cukup parah. Pekerjaan ini ditangani oleh Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) sebagai bagian dari pemulihan pascakerusuhan demo di Jakarta.

Sejumlah gerbang yang sempat ditutup dalam jadwal perbaikan itu antara lain GT Slipi, GT Semanggi, GT Kuningan, dan GT Pejompongan. Seluruh rangkaian pekerjaan besar disebut sudah tuntas, sementara penyelesaian akhir di Pejompongan masih terus dikebut agar layanan bisa pulih sepenuhnya.

Ruas Tol Padat, Layanan Dikejar Kembali Normal

Jasa Marga menegaskan perbaikan ini dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan bagi lebih dari dua juta masyarakat yang melintas setiap hari di ruas tol tersebut. Di tengah padatnya lalu lintas Jakarta, percepatan pemulihan infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak, meski pada saat yang sama sempat memicu gangguan besar di kawasan Semanggi.

Insiden macet pada Rabu malam itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan perbaikan di jalur vital seperti Tol Dalam Kota sangat sensitif terhadap waktu pelaksanaan. Begitu satu titik terganggu, dampaknya cepat menjalar ke ruas-ruas lain, terutama saat arus pulang kerja sedang mencapai puncaknya.

Source link