Penyamaran Penjual Narkoba di Jakarta Selatan: Model dan Cara Kerjanya

by -267 Views

Di Jakarta Selatan, modus peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba) sering disamarkan dengan menjual kopi dan kosmetik. Kasus ini terungkap ketika Polres Metro Jakarta Selatan menemukan narkoba di sebuah warung kopi kontainer, termasuk beberapa jenis psikotropika jenis sabu-sabu dan telepon seluler. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga ditemukan di toko kosmetik, dengan menyamarkan obat-obatan dalam kemasan plastik bening. Polisi berhasil menangkap dua pelaku pengedar narkoba inisial A dan AA di Jagakarsa dan Pasar Minggu Jakarta Selatan setelah menerima pengaduan dari masyarakat. Jakarta sendiri menjadi titik episentrum peredaran gelap narkoba, dengan tingkat prevalensi penyalahguna mencapai 3,3 persen. Data BNN RI menunjukkan bahwa terdapat 112 kawasan rawan narkoba di Provinsi DKI Jakarta. BNN Provinsi juga telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 1.150 penyalahguna di DKI Jakarta. Hal ini menegaskan bahwa kemiskinan dimanfaatkan oleh bandar narkoba untuk membentuk patron-patron sosial baru. Tindakan penegakan hukum dan pencegahan yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba di Jakarta Selatan.

Source link