Pertamina Mendorong Implementasi Energi Hijau Melalui Pemanfaatan SAF

by -162 Views

Pertamina, melalui unit usahanya Pertamina Patra Niaga, telah menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi hijau dengan mempercepat penggunaan Biofuel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan energi terbarukan lainnya. Program biodiesel yang telah diterapkan sejak 2008 telah mencapai B40 atau 40%, menunjukkan bahwa Indonesia telah menempuh jalur yang benar dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pentingnya sektor penerbangan dalam pengembangan bahan bakar ramah lingkungan menjadi fokus utama, dengan Pertamina telah berhasil melakukan uji coba SAF yang telah dinyatakan aman untuk penerbangan komersial. SAF yang menggunakan used cooking oil (UCO) memiliki keunggulan dapat digunakan tanpa perlu modifikasi pada pesawat maupun infrastruktur bandara.

Pemerintah telah menargetkan implementasi 1 persen SAF pada tahun 2027, sementara Pertamina telah melakukan uji coba SAF dengan sertifikasi di Kilang Cilacap dan tiga bandara besar di Indonesia. Selain SAF, Pertamina Patra Niaga juga mengembangkan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel, serta memperluas distribusi bahan bakar campuran etanol RON 95 yaitu Pertamax Green 95 di 150 SPBU.

Upaya Pertamina dalam penetrasi biofuel akan semakin agresif ke depan, dengan membutuhkan alignment yang kuat dengan para stakeholder, termasuk industri otomotif dan pelanggan. Selain fokus pada bahan bakar ramah lingkungan, Pertamina juga menerapkan energi hijau di internal operasionalnya dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah terminal BBM dan SPBU Green Energy Station.

Transisi energi adalah perjalanan panjang yang dihadapi dengan berbagai tantangan, namun melalui kolaborasi dengan semua pihak, energi hijau dapat menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina terus berupaya mendukung transisi energi hijau untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Source link