Lanjutkan Pencarian Korban Freeport: 5 Orang Terperangkap di Tambang

by -231 Views

PT Freeport Indonesia masih terus berupaya untuk menemukan lima karyawan yang masih hilang setelah insiden longsoran di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pada tanggal 8 September 2025, tujuh karyawan terjebak dalam insiden tersebut, dengan dua di antaranya berhasil dievakuasi pada 20 September 2025. Proses pencarian karyawan yang masih hilang terus dilakukan, meskipun tim penyelamat menghadapi berbagai tantangan yang mempersulit upaya penyelamatan.

VP Corporate Communications Freeport Indonesia, Katri Krisnati, menyatakan bahwa tim penyelamat bekerja tanpa henti siang dan malam untuk menemukan karyawan yang masih tertimbun, meskipun dihadang oleh pergerakan material basah yang berisiko tinggi. Upaya penyelamatan melibatkan penggalian dari dua jalur akses dengan penambahan infrastruktur pendukung karena kedalaman lokasi dan keterbatasan udara di dalam tambang. Alat berat, termasuk loader kendali jarak jauh, digunakan untuk meminimalkan risiko bagi tim penyelamat.

Seluruh pihak diimbau untuk terus memberikan doa dan dukungan moral agar kelima karyawan yang masih hilang segera ditemukan. Dua jenazah korban yang dievakuasi sebelumnya adalah Saudara Wigih Hartono dan Saudara Irawan, keduanya merupakan Electrician dari PT Cita Contract. Dari tujuh korban, dua di antaranya adalah Warga Negara Asing asal Chili dan Afrika Selatan.

Kementerian ESDM telah mengungkapkan kronologi insiden tersebut, dimulai dari luncuran lumpur basah pada 8 September 2025. Tumpahan lumpur berasal dari akumulasi selama beberapa waktu dan berdampak signifikan terhadap infrastruktur tambang. Kejadian ini tidak memicu peringatan tanggap darurat Geoengineering, dan diduga berasal dari area runtuhan bijih. Selain itu, sejumlah infrastruktur di tambang terdampak oleh insiden tersebut, termasuk level pengangkutan bijih dan terowongan tempat bijih dikumpulkan.

Source link