Strategi Investasi PGE untuk Pengembangan Panas Bumi

by -213 Views

Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) atau PGE meyakini bahwa geothermal bukan hanya solusi dalam melawan krisis iklim, melainkan juga pertumbuhan ekonomi. Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio bahkan menyebutkan bahwa geothermal seharusnya menjadi salah satu mesin untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut Yurizki, setiap juta dolar yang diinvestasikan ke dalam geothermal mampu menarik modal global, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan industri hijau di seluruh rantai pasok seperti layanan pengeboran dan lainnya.

Saat ini, PGE mengoperasikan 727 Megawatt (MW) dengan sumber daya hingga 3.000 MW dan berencana untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi 1.800 MW pada tahun 2033. Yurizki menjelaskan bahwa tambahan 1.100 MW tersebut membutuhkan dana sekitar 5-6 juta dolar per MW, sehingga total dana yang dibutuhkan mencapai 6 miliar dolar. Investasi di sektor geothermal ini memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan setiap dolar investasi menghasilkan peningkatan sebesar 1,25 dolar.

Selain manfaat finansial, geothermal juga menghasilkan listrik yang bersih dan berkontribusi pada hilirisasi dan industrialisasi dengan produk turunan seperti hydrogen dan ammonia hijau. Meskipun tingkat pengembalian internal (IRR) PGE masih satu digit, potensi pasar mengharapkan peningkatan hingga 11-12%. Geothermal diharapkan dapat menangani tantangan trilema energi, yaitu keberlanjutan, keandalan, dan keterjangkauan.

PGE sedang melakukan pemetaan risiko untuk mengeksplorasi peluang yang ada, terutama dalam menghadapi risiko subsurface atau eksplorasi. Dalam strategi pengembangan, PGE fokus pada teknologi terbaru, seperti penerapan binary technology dalam cogeneration power plant, untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya pembangunan. Dengan prospek keberhasilan hingga 80%, PGE berharap dapat mempercepat waktu COD dan meningkatkan tingkat pengembalian investasi.

Source link