Tanda Tangan Prabowo IEU-CEPA: Peluang Besar di Bali

by -174 Views

Indonesia dan Uni Eropa (UE) bersiap untuk menandatangani perjanjian dagang Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-UE (IEU-CEPA) pada Selasa, 23 September 2025. Setelah hampir satu dekade negosiasi, perjanjian ini diharapkan dapat menjadi strategi baru bagi kedua pihak untuk mengurangi dampak kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penandatanganan perjanjian ini juga akan membawa Indonesia dan 27 negara anggota UE ke dalam hubungan ekonomi yang lebih kokoh.

IEU-CEPA merupakan perjanjian dagang ketiga antara UE dan negara-negara Asia Tenggara setelah Singapura dan Vietnam. Dalam perjanjian ini, sekitar 80% ekspor Indonesia ke UE akan bebas tarif, meningkatkan akses pasar bagi produk-produk utama Indonesia seperti minyak kelapa sawit, alas kaki, tekstil, dan perikanan. Selain itu, UE akan mendapat keuntungan dalam memperkuat rantai pasokan bahan baku penting yang dibutuhkan untuk transisi bersih dan digital.

Perjanjian IEU-CEPA juga akan membuka pintu bagi UE sebagai mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, dengan perdagangan bilateral mencapai US$30,1 miliar tahun lalu. Hal ini akan memperluas akses UE ke pasar Indonesia yang memiliki populasi sekitar 280 juta orang. Namun, sejumlah isu, seperti larangan impor produk terkait deforestasi, sempat membuat hubungan RI dan UE tegang.

Setelah penandatanganan perjanjian, kedua belah pihak diharapkan akan melakukan langkah-langkah selanjutnya, termasuk ratifikasi oleh anggota UE, Parlemen Eropa, dan Parlemen Indonesia. Implementasi perjanjian ini diharapkan dapat dilakukan pada tahun 2027, membawa dampak positif bagi kedua belah pihak dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Source link