Kasus Eksibisionis Pelajar SMA di JPO Jatinegara: Penyuluhan dan Pencegahan

by -403 Views

JAKARTA TIMUR — Seorang pelajar SMA berinisial S mengalami peristiwa tak menyenangkan saat melintas di kawasan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (21/9) sore. Di lokasi itu, ia diduga menjadi korban aksi eksibisionis oleh seorang pria yang tiba-tiba memperlihatkan alat kelaminnya ketika S turun dari Jaklingko di bawah JPO.

Kejadian Usai Pulang Ekstrakurikuler

Saat itu, S baru pulang dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya yang berada di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Situasi yang semula biasa berubah menjadi mencekam ketika ia melihat langsung tindakan pelaku. Bahkan, momen tersebut sempat direkam, sebelum pria itu kembali mengenakan celananya dan berusaha menghilang dari lokasi.

Dalam kepanikan, S mencoba mencari pertolongan. Namun, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang. Ia sempat mendatangi petugas bus Transjakarta yang berada di sekitar lokasi, tetapi menurut keterangan yang disampaikan keluarga, petugas tersebut justru terlihat sibuk dengan ponselnya dan tidak memberikan respons yang dibutuhkan korban.

Keluarga Korban Kecewa dan Korban Alami Trauma

Ayah korban, Abdul Rasyid, mengaku kecewa atas sikap petugas Transjakarta yang dinilai tidak sigap membantu anaknya. Ia juga menyebut peristiwa itu meninggalkan dampak psikologis bagi S, yang kini masih merasakan trauma setelah kejadian tersebut.

Di sisi lain, pelaku disebut kabur usai aksinya terbongkar. Bahkan, dalam upaya mengelabui aparat, pria itu sempat merusak pakaian motor. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kepekaan petugas lapangan dan keberanian masyarakat sekitar untuk segera merespons ketika ada korban pelecehan seksual di ruang publik.

Ruang Publik Tak Boleh Jadi Tempat Aman bagi Pelaku

Kejadian di JPO Jatinegara menjadi pengingat bahwa pelecehan seksual bisa terjadi kapan saja, bahkan di area yang seharusnya ramai dan diawasi. Dalam situasi seperti ini, kecepatan bertindak, keberpihakan kepada korban, serta koordinasi dengan aparat menjadi hal yang krusial agar korban tidak merasa sendirian menghadapi kejadian yang mengejutkan tersebut.

Source link