Dialog Cegah Tawuran Pelajar: 100 Pelajar Jakut Terlibat

by -344 Views

Jakarta Utara kembali menaruh perhatian serius pada persoalan tawuran pelajar. Sebanyak 100 pelajar tingkat SMA dan SMK di wilayah itu mengikuti dialog pencegahan yang digelar Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara sebagai upaya memperkuat benteng sosial di kalangan remaja.

Tawuran Masih Jadi Ancaman Serius

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Utara, Andi Ahmad Kohar, menegaskan bahwa tawuran pelajar belum bisa dipandang sebagai persoalan kecil. Menurut dia, fenomena ini masih menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama oleh sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Ia menjelaskan, pemicu tawuran kerap muncul dari lemahnya kontrol sosial, krisis identitas di usia remaja, hingga provokasi yang menyebar lewat media sosial. Karena itu, pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga perlu pendekatan dialog dan pembinaan yang menyentuh langsung para pelajar.

Ajakan Bijak Bermedia Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Kohar mengapresiasi para pelajar yang hadir dan memilih terlibat dalam kegiatan positif. Ia menilai kehadiran mereka menunjukkan sikap patuh terhadap aturan sekaligus komitmen untuk menjauhi kekerasan antarpelajar.

Para peserta juga diingatkan agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan prinsip 3S, sebagai bagian dari upaya mencegah provokasi yang bisa memicu konflik. Pesan ini ditekankan karena ruang digital kini sering menjadi tempat cepatnya informasi liar menyebar di kalangan remaja.

Polisi dan Psikolog Ikut Memberi Perspektif

Dialog pencegahan tawuran ini tidak hanya menghadirkan unsur pemerintah daerah, tetapi juga narasumber dari kepolisian dan psikolog. Keduanya memberi pandangan dari sisi keamanan dan kondisi psikologis remaja, sehingga para pelajar mendapat gambaran yang lebih utuh tentang dampak tawuran.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap lahir kesadaran bersama untuk menjaga Jakarta Utara tetap aman, tertib, dan nyaman. Harapannya, para pelajar tidak hanya menjadi penonton dalam upaya pencegahan, tetapi ikut berperan aktif menjaga lingkungan sekolah dan sekitarnya agar bebas dari tawuran.

Source link