Pemerintah Suriah mengutuk keras serangan udara Israel yang menyasar beberapa titik di sekitar kota Homs dan barak militer di Latakia pada Selasa (9/9/2025). Damaskus menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan ancaman terhadap stabilitas regional. Meskipun tidak ada rincian tertentu mengenai korban atau kerusakan, laporan dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) menyebutkan bahwa jet tempur Israel menyerang pangkalan udara di Homs dan warga setempat mendengar ledakan keras. Di Latakia, serangan udara mengenai barak militer, dan ambulans dikerahkan ke lokasi. Pemerintah Suriah menegaskan penolakan terhadap upaya Israel yang dianggap merusak kedaulatan negara dan meminta tindakan tegas dari masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk menghentikan agresi Israel. Serangan terbaru ini menjadi bagian dari serangkaian serangan yang dilakukan oleh Israel sepanjang tahun 2025, dengan jumlah korban jiwa dan lokasi yang terkena dampak yang cukup signifikan. Menjelang akhir tahun 2024, frekuensi serangan Israel meningkat drastis setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad. Serangan terbaru ini juga dilakukan setelah enam tentara Suriah tewas dalam serangan drone Israel di Damaskus pada bulan Agustus, yang dilihat sebagai bagian dari dorongan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap visi “Israel Raya”.
Konflik Israel di Timur Tengah: Negara Arab Menolak Jadi Sasaran





