12 Orang Jadi Tersangka Penjarahan Rumah Uya Kuya, Polisi Buru Pelaku Lain
Kasus penjarahan rumah Anggota Komisi IX DPR nonaktif Surya Utama atau Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, terus melebar. Polres Metro Jakarta Timur menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam peristiwa yang sempat menyita perhatian publik itu. Polisi menyebut para tersangka punya peran berbeda-beda, mulai dari memprovokasi massa, melakukan penjarahan, hingga menyerang petugas yang berada di lokasi.
Peran Tersangka Mulai Diurai
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengatakan penyidikan masih berjalan dan jumlah tersangka berpotensi bertambah. Dari hasil pemeriksaan, aparat melihat aksi itu bukan perbuatan spontan semata, melainkan melibatkan sejumlah orang dengan tugas masing-masing. Karena itu, polisi masih menelusuri pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam kericuhan di rumah politikus tersebut.
Sebelumnya Enam Orang Lebih Dulu Ditetapkan
Sebelum jumlah tersangka bertambah menjadi 12, polisi lebih dulu menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Penetapan status hukum itu dilakukan setelah pemeriksaan intensif. Selain itu, seorang tersangka lain juga diamankan pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB. Langkah ini memperkuat rangkaian penyelidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Video Penjarahan Jadi Sorotan Publik
Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan massa merusak dan merobohkan pagar rumah Uya Kuya sebelum menjarah isi rumah. Peristiwa itu memicu perhatian luas karena terjadi di tengah sorotan terhadap Uya Kuya sebagai figur publik dan anggota DPR nonaktif. Di sisi lain, Uya Kuya juga sempat memberikan klarifikasi terkait aksinya berjoget di gedung MPR/DPR. Ia menegaskan tindakan itu tidak berkaitan dengan isu kenaikan tunjangan DPR, melainkan sebagai bentuk penghargaan kepada musisi yang tampil.
Sampai saat ini, polisi masih terus mendalami rangkaian kejadian di Pondok Bambu untuk memastikan siapa saja yang berbuat, siapa yang menggerakkan massa, dan siapa yang ikut memperkeruh situasi saat rumah Uya Kuya dijarah.
Source link





